KETIDAKADILAN GENDER DALAM PENGUPAHAN PEKERJA PEREMPUAN PADA SEKTOR PERTANIAN: STUDI KASUS DI KENAGARIAN BATU PALANO, KECAMATAN SUNGAI PUA
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini mengkaji ketidakadilan gender dalam sistem pengupahan pekerja perempuan di sektor pertanian di Kenagarian Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesenjangan upah pekerja tani berdasarkan gender dan dampak ekonomi dari kesenjangan upah terhadap pekerja tani di Kenagarian Batu Palano. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori ketidakadilan gender yang di kemukakan oleh Mansour Fakih. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan pekerja tani perempuan, pekerja tani laki-laki, pemilik lahan, pemerintah nagari, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja perempuan menerima upah lebih rendah dibandingkan pekerja laki-laki meskipun pekerjaan, jam kerja, dan tanggung jawab yang dilakukan sama, yaitu Rp 80.000 per hari untuk perempuan dan Rp 120.000 per hari untuk laki-laki. Adapun bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang di rasakan oleh pekerja tani perempuan di Kenagarian Batu Palano sebagai berikut: subordinasi, marginalisasi, streotipe,beban ganda dan kekerasan non fisik. Faktor-faktor penyebab kesenjangan upah adalah kebiasaan turun-temurun, adanya stereotipe dari pemilik lahan dan tidak adanya aturan tertulis mengenai pengaturan upah. Selanjutnya dampak ekonomi dari kesenjangan upah adalah keterbatasan pemenuhan kebutuhan hidup, ketidakmampuan untuk menabung dan berinvestasi dan terbatasnya akses pendidikan anak.
Rincian Artikel
LP2M-UMNAW-Copyright@ 2018