PERSPEKTIF JANDA KRISTEN BATAK TOBA TERHADAP PERKAWINAN DALAM KONTEKS BUDAYA DAN AGAMA

Isi Artikel Utama

Anastecia Siagian

Abstrak

Perkawinan dalam budaya Batak Toba bersifat sakral, tidak hanya mengikat dua individu tetapi juga keluarga besar. Ikatan ini membawa konsekuensi sosial dan budaya, terutama bagi perempuan yang menjadi janda. Status janda dalam masyarakat Batak Toba memiliki dinamika tersendiri, dipengaruhi oleh adat, agama, dan norma sosial. Keputusan untuk menikah kembali atau tetap sendiri menjadi kompleks karena faktor budaya dan agama yang membentuk persepsi mereka terhadap perkawinan kedua.
Penelitian ini menganalisis perspektif janda Kristen Batak Toba terhadap perkawinan dalam konteks budaya dan agama. Dengan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman janda Kristen di Kelurahan Urung Kompas, Kota Rantauprapat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan janda untuk menikah lagi atau tidak dipengaruhi oleh budaya dan agama. Meskipun Kristen memberi kebebasan untuk menikah kembali, adat dan harapan sosial sering kali membuatnya sulit. Banyak janda mengalami dilema antara keyakinan agama dan norma budaya. Hal ini menunjukkan keterkaitan budaya dan agama dalam membentuk pandangan terhadap pernikahan kedua. Diharapkan masyarakat lebih menghargai pilihan mereka dan memberikan dukungan terhadap keputusan yang diambil.

Rincian Artikel

Bagian
Articles